Senin, 10 November 2014

Mengapa manusia bisa menjadi licik?

Mengapa manusia bisa menjadi licik?


Pertanyaan ini mulai muncul ketika aku duduk di bangku universitas. Saat itu aku masuk di universitas swasta jurusan fisika. Jurusan yang tentu saja membuat pusing. Tapi aku tak pernah mau larut dalam kepusingan. Hanya membiarkan semuanya berjalan dengan apa adanya. Hanya tidak ingin mau mencampuri urusan orang lain. Aku terkesan seperti murid yang jutek dan cuek. Tapi aku tidak peduli yang penting aku masuk kelas dan ketika dosen menanyakan pendapat, tentu saja aku akan mencoba untuk menjawab., karena hanya dengan cara seperti itu, namaku akan diingat.

Bukannya sombong, tapi aku merupakan tipe mahasiswa yang lumayan pintar. Hal itu disebabkan karena aku bersekolah di SMA tingkat nasional yang sedari dulu sudah dibiasakan belajar keras. Jadi ketika di bangku kuliah, rasanya sangat santai bahkan aku tidak pernah belajar di awal semester. Namun semakin lanjut, aku menyadari harus meningkatkan kemampuanku belajar.

Di semester 3 aku mulai mengenal watak dari teman-teman sekelasku. Mereka semakin lama semakin membuat kelompok dan mereka seperti benalu kepada teman-teman lain yang tidak berkelompok. Bahkan ada kelompok yang hobinya mencari perhatian kepada dosen dengan pura-pura sok dekat, menelepon dosen, bahkan ada yg terang-terangan menggoda dosen dan mereka selalu mendapatkan nilai tinggi dan IP tinggi.

Bahkan ada yang menjadi 10 besar IP tertinggi loh. Sungguh mengejutkan memang. Terkadang orang licik itu mendapatkan kedudukan.

Jadi dalam hati. Apakah aku iri? Ataukah watak mereka yg jahat?

Wisuda sudah selesai dan masa-masa kuliah sudah tiada. Akhirnya kami harus berdiri di kaki sendiri dan menunjukkan dunia kemampuan kami masing-masing. Tes dalam setiap pekerjaan selalu menjadi titik tolok dan titik ukur kemampuan kami. Oke well, tentu saya saya masuk ke sebuah perusahaan dan teman-teman yang licik itu? Well, mereka belum mendapatkan pekerjaan. Jadi saya mengambil keputusan tidak akan menjadi orang licik. Hanya menjadi diri sendiri slalu meningkatkan kemampuan. Tidak ada gunanya iri kepada teman satu kelas. Itu akan membuang waktumu. Semua akan dapat dibuktikan ketika pencarian pekerjaan dan jati diri.

Be your self and belive ur ability ..

smoga bermaanfaat
Thanks and Regard